Langsung ke konten utama

Membangun Hubungan : Dengan Bayang-Bayang Masa Lalu

 

Membangun Hubungan : Dengan Bayang-Bayang Masa Lalu

Dalam perjalanan hidup seseorang pastinya akan melewati perjalanan panjang. Perjalanan panjang itu pastinya ada yang memberi dampak positif untuk kehidupan seseorang, namun tidak tertutup kemungkinan juga dampak negatif ditimbulkan.

Terlebih lagi pada masa-masa remaja hingga dewasa seseorang. Dimana dalam perjalanan cinta dan asmara seseorang itu  pastinya memiliki pengalaman panjang yang berdampak positif maupun dampak negatif untuk perjalanan hidupnya kedepan. Dalam perjalan asmara sangat tidak jarang menjumpai diri seseorang yang terjebak dalam bayang-bayang masa lalunya. Dimana bayang-bayang masa lalu itu memunculkan dilema antara melengkah kedepan atau kembali ke masa lalu dengan mengorbankan perasaan dan kebahagiaan diri sendiri.

Dalam perjalanan cinta dan asmara seseorang tentunya kehadiran seseorang yang didasarkan rasa mencintai ataupun dicintai bukanlah merupakan hal yang tabu, namun kehadiran seseorang itu merupakan hal yang wajar walaupun diakhirnya tidak dapat dipastikan membuahkan kebahagiaan atau menghadirkan trauma mendalaman.

Kehadiran seseorang yang didasarkan rasa mencintai ataupun dicintai akan menjadi awal terjadinya hubungan antar dua insan. Hubungan ini tentunya memiliki perbedaan dengan hubungan persahabatan yang tampaknya dekat dan akrab. Hubungan yang didasarkan rasa mencintai ataupun dicintai inilah yang disebut dengan pacaran.

Namun pada kenyataanya banyak orang yang mencoba membangun hubungan baru dengan bayang-bayang masa lalunya yang kurang baik akibat mencampur adukkan rasa sayang dengan nafsu. Bayang- banyang masa lalu yang kurang baik ini sering memunculkan pertanyaan “Masih adakah yang tulus menerimaku dengan keaadaan ini?”. Pertanyaan ini jugalah yang sering membuat orang memiliki rasa curiga yang berlebih terhadap seseorang yang baru hadir di hidupnya. Hal ini jugalah yang sering membuat orang baru yang tulus mencintai akan tereliminasi hanya karena rasa kurang percaya yang diakibatkan trauma masa lalu. Hal ini akan lebih sering dialami oleh Perempuan, dikarenakan Perempuan itu memang nampak kuat dalam menghadapi masalahnya, namun tetap mempertimbangkan segala kemungkinan dampak yang akan terjadi kedepannya.

Padahal menjalin hubungan baru dengan bayang-bayang masa lalunya yang kurang baik sama halnya dengan membuka lembaran baru dan menutup rapat-rapat masa lalunya, karena hanya dengan hal itulah perempuan akan memiliki rasa saling percaya akan laki-laki yang baru muncul dalam kehidupannya.

Dalam membangun hubungan memang latar belakang pasangan itu sangat penting untuk ditelisik lebih jauh. Hal itu dikarenakan banyak orang yang berpendapat “Masa lalu itu merupakan gambaran seseorang di masa depannya”. Namun Sebagian kecil juga berpendapat “Masa lalu merupakan hal yang dapat diperbaiki kedepannya”. Kedua kelompok ini memang memiliki perbedaan yang sangat jauh. Untuk itulah ketika seseorang ingin membangun hubungan baru dengan bayang-bayang masa lalunya yang kurang baik lebih baik memilih orang yang berpendapat yang kedua yaitu “Masa lalu merupakan hal yang dapat diperbaiki kedepannya” dengan tujuan kedepannya supaya  huhubungan tersebut terhindar dari konflik yang muncul akibat dari kejadin di masa lalu.

Namun Ketika seseorang dengan bayang-bayang masa lalunya yang kurang baik ingin mmembangun hubungan baru hendaknya juga melakukan hal berikut : melupakan masa lalunya, selalu memperbaiki diri dan berhati-hati dalam memilih pasangan

Melupakan Masa Lalunya

melupakan masa lalu bukan berarti tidak ingat dengan masa lalu, melainkan menjadikan masa lalu tersebut sebagai batu loncatan untuk membuka lembaran baru. Masa lalu yang kurang baik bukanlah hal yang dapat di salahkan asalkan kedepannya tidak terulang kembali. Sehingga akan terhindar dengan konflik yang ditimbulkan akibat dari masa lalu itu sendri di hubungan yang baru.


Selalu Memperbaiki Diri

Selalu memperbaiki diri ini merupakan adanya suatu usaha dan wujud yang ditunjukkan dari waktu ke waktu untuk menjadi lebih baik dari apa yang sebelumnya. Dengan demikian akan minim atau bahkan tidak ada konflik yang muncul dalam hubungan yang berkaitan dengan kesahalanmu di masa lalumu.


Berhati-Hati Dalam Memilih Pasangan

Berhati-hati dalam memilih pasangan ini merupakan hal yang paling penting. Berhati-hati dalam memilih pasangan ialah tidak mudah percaya akan omongan saja, melainkan akan lebih memperhatikan aspek pembuktian dengan tujuan agar kejadian dimasa lalu tidak akan terulang kembali. Pembuktian yang dimaksud disini bisa berupa hal kecil tapi sangat nyata seperti "menanyakan kabarmu", "memberimu semangat menjalani hari-harimu', "bersedia menjadi tempat ceritamu" dan lain sebagainya. Namun berhati-hati ini bukan juga berarti menaruh curiga yang berlebihan yang dapat membuat orang yang datang untuk mendekat menjadi merasakan risih dikarenakan rasa curiga yang berlebihan.

Selain itu juga, seseorang yang ingin menjalin hubungan dengan orang dengan bayang-bayang masa lalunya yang kurang baik hendaknya melakukan hal berikut: selalu merendahkan diri, menjadi pembimbing pasangannya dan menjadikan dirimu lebih baik dari masa lalunya.

Selalu Merendahkan Diri

Selalu merendahkan diri ini bukan hanya berarti bertutur sapa yang baik. Namun jauh melebihi itu yaitu tidak merasa lebih baik dari pasangannya yang berada dalam bayang-bayang masa lalunya yang kurang baik. Hal ini bermakna dalam suatu hubungan tidak ada yang lebih baik ataupun yang lebih buruk, dalam artian "setara". Dengan demikian akan minim atau bahkan tidak ada konflik yang muncul dalam hubungan yang berkaitan dengan kesalahan di masa .


Menjadi Pembimbing Pasangannya

Sebagai pasangan dari seseorang yang berada dalam bayang-bayang masa lalunya yang kurang baik tentunya memiliki peran penting dalam memulihkan kehidupan dari pasangannya tersebut. Karena pacaran bukan hanya berbicara tentang rasa sayang, perhatian dan kenyamanan tetapi melebihi itu yaitu menjadikan dirimu sebagai perpanjangan tangan Tuhan untuk menolongnya dari masa lalunya.


Menjadikan Dirimu Lebih Baik Dari Masa Lalunya

Menjadikan dirimu lebih baik dari masa lalunya memiliki arti yang sangat dalam. Dimana kamu harus bisa menjadikan dia lebih merasakan keberadaanmu dibandingkan dengan masa lalunya. Bukan hanya sekedar itu, tetapi kamu juga harus bisa menciptakan keberadaanmu dalam kehidupannya sebagai bentuk masa depan yang di inginkannya, sehingga dia dapat lebih jauh melangkah kedepan meninggalkan masa lalunya yang kelam.


Dengan demian akan terjalin hubungan yang baru yang dapat  menyelesaikan dan memulihkan masa lalu. Untuk itu selalulah mengingat perkataan orang bijak beriku:

“Mengorbankan Kita Untuk Orang Yang Kita Sayangi Merupakan Hal Yang Berkeadilan”.


“Menghargai Pengorbanan Seseorang Yang Menyayangi Merupakan Kesempatan Memperbaiki Diri”💪


Untuk itu para pejuang cinta yang diragukan karena masa lalunya, pantun ini sangat cocok untuk kau sampaikan sama si dia.


    Bunga mawar🌹 tumbuh di taman

Ikan cupang ikan pari

Baunya sedap menyejukkan mata👀

   Dibeli sama si titi

   Jangan ragu untuk berdekatan

Jangan galau😔 dong setiap hari

Karena aku orangnya setia😍😍

    Sini aku yang bahagiakan hati💖


Salam dari: Kristopel Silaban🙏



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH KURIKULUM SEKOLAH DASAR 2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1      LATAR BELAKANG Kurikulum, bukan kata yang asing dalam dunia pendidikan. Pendidikan atau pembelajaran tidak lepas dari istilah ini, karena kurikulum adalah salah satu komponen dari pembelajaran. Dengan adanya kurikulum proses belajar dan pembelajaran akan berjalan secara terstruktur dan tersistem demi mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Pengembangan kurikulum menjadi sangat penting sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya, dan perubahan pada masyarakat. Untuk mencapai tujuan mulia dari pembelajaran tersebut, maka para pengembang kurikulum terus berbenah dan melakukan evaluasi terhadap kurikulum yang diberlakukan. Sebagaimana yang akan dibahas di makalah ini, kurikulum 2013 merupakan hasil pengembangan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan( KTSP ). Kurikulum ini bertujuan tidak lain untuk lebih memperbaiki lagi kualitas pendidikan yang ada saat ini. Kurikulum 2013 ini adalah kurikulum terba...

MAKALAH KETERAMPILAN DASAR GURU DALAM MENGAJAR (MANAJEMEN KELAS)

BAB I PENDAHULUAN A.       Latar Belakang Perkembangan Pendidikan di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami suatu peningkatan. Hal itu disebabkan karena adanya beberapa faktor-faktor penunjang misalnya kurikulum pendidikan yang ideal, sarana prasarana yang memadai di setiap sekolah dan yang terpenting ialah faktor pendidik atau kinerja guru. Pendidik merupakan seseorang yang penting dalam berlangsungnya suatu pendidikan dan kinerja guru dalam proses pembelajaran dapat juga mempengaruhi perkembangan pendidikan. Keberhasilan mengajar, selain ditentukan oleh faktor kemampuan, motivasi, dan keaktifan peserta didik dalam belajar dan kelengkapan fasilitas atau lingkungan belajar, juga akan tergantung pada kemampuan guru dalam mengembangkan berbagai keterampilan mengajar. Keterampilan dasar mengajar adalah keterampilan yang mutlak harus dimiliki oleh seorang guru. Penguasaan terhadap keterampilan ini memungkinkan guru mampu mengelola kegiatan pembelaja...

Makalah Silabus

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Silabus             Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian BSNP (dalam Depdiknas, 2008). Menurut Depdiknas (2006) Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.             Dengan demikian, silabus pada dasarnya menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: 1.       apa kompetensi yang har...